Investasi Yang Tak Pernah Gagal - Di tengah himpitan kebutuhan yang semakin hari semakin menumpuk daftarnya, adalah wajar jika kita mencoba untuk mencari income tambahan. Bisa dengan mengoptimalkan potensi yang dianugerahkan ke diri kita masing-masing, atau sekedar mencoba bidang lain yang kita anggap mudah mendatangkan keuntungan. Jika punya modal uang, bisa dalam bentuk invest modal, tetapi bisa juga invest dalam bentuk pikiran dan tenaga. Beberapa tahun yang lalu saya terjun ke dalam dunia asuransi, dengan harapan membantu orang untuk memanage keuangan demi masa depan keluarga, selain tentunya berharap komisi buat kantong pribadi. Waktu itu banyak kendala yang saya hadapi.
Selain keterbatasan modal awal (transport pribadi, keterampilan persuasive/melobi, kepercayaan diri), kebetulan pas saya masuk terjun ke dalamnya, dunia asuransi tergoncang oleh olengnya perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Tugas saya pun semakin berat. Membujuk orang untuk membeli barang yang jelas wujudnya jelas saja kadang kesulitan, apalagi sekarang harus meyakinkan orang untuk membeli sesuatu yang belum jelas wujudnya, dan waktunya pun masih masa mendatang, dan kebetulan yang ditawarkan sedang jelek imagenya. Wahhh…. Akhirnya waktu itu saya berubah haluan. Saya mau mencoba ikut invest dalam bidang yang lebih jelas saja menurut saya.
Kini, bertahun-tahun sejak itu, saya berada di jalur kerja yang menurut saya sudah pas. Bukan dari segi materi, tetapi setidaknya ada indikasi bahwa saya memang cocok di bidang yang sedang saya geluti ini. Pergulatan bertahun-tahun yang saya alami bersama rekan-rekan dan stakeholdernya ikut mempengaruhi perkembangan saya. Termasuk pemahaman saya tentang investasi tadi. Hmmm….. Bukan karena sudah mentok tentang masalah dapur, tetapi mungkin juga karena factor usia, saya sekarang tidak disibukkan lagi oleh masalah investasi dalam hal materi, karena memang semuanya tidak ada yang pasti bukan? Kalau pun investnya berhasil, apakah lalu saya akan terjamin akan bahagia? Tidak ada yang tahu juga seh…. Tetapi berkat sebuah buku dan pengalaman, saya tersentuh oleh sebuah ajakan yang menurut saya memang pas buat saya. Saya mau berusaha investasi dalam hal yang satu ini, yakni invest yang tidak akan pernah gagal sekalipun. Biar pun sangat susah mungkin, karena berbagai factor kehidupan sehari-hari yang sangat dekat dengan materi, tetapi bagi saya ini sangat menjanjikan. Investasi apakah itu saudaraku?
Sebenarnya semua orang sudah mengenalnya kok, hanya kadang merasa kurang yakin saja, seperti saya pribadi. Namanya investasi kebaikan…. Hehehe… Seperti mengada-ada ya? Tapi ga kok… Saya yakin, justru invest inilah yang jaminannya pasti. Bukan hanya selama hidup, tetapi konon terbawa hingga ke liang kubur dan masa sesudahnya (NB: tergantung keyakinan kita masing-masing bukan?). Jika invest di bidang lain mengandung factor gambling dan disertai resiko-resiko, invest berbuat baik ini justru sebaliknya. Tidak ada factor gambling, plus tidak ada resiko yang merugikan. Yang ada justru efek yang membahagiakan dan menyejukkan.
Mungkin kadang kita kurang yakin, untuk itu ada baiknya kita renungkan kembali apa manfaat dan jaminannya bentuk investasi kebaikan (berbuat baik) ini. Jika mulai sekarang kita biasakan diri untuk berbuat baik (tidak perlu harus dalam perkara besar, tetapi cukuplah dimulai dari hal-hal kecil seperti pembiasaan tersenyum kepada semua orang, ramah, membantu orang tua yang mau menyeberang jalan, bersedekah Rp 500,- ke kaum papa, membersihkan meja dari makanan saat kita jajan di warung, menghabiskan segala makanan yang ada, membuatkan kopi untuk tamu atau papa mama, menyambut suami/istri pulang dari kantor, menyapa tetangga, dll), maka kita akan mendapatkan :
- Reputasi baik…. Biar pun ini kadang tidak dibutuhkan (apalagi oleh orang saleh dan memang orang baik), tetapi setidaknya juga membari teladan bagi anak-anak, saudara, atau pun orang-orang di sekitar kita. Terkadang ini juga menjadi pengingat atau rem bagi kita, saat kita akan terjerumus ke dalam hal yang tidak baik. Memang, kalau tidak hati-hati, kita bisa terjerumus dalam rasa haus akan reputasi…. Tetapi intinya bukan itu.
- Kita akan dapat menghadapi kehidupan kita sehari-hari dengan senang hati dan tanpa rasa malu atau minder. Dengan berbuat baik, berarti kita juga menghindari berbuat sebaliknya bukan? Artinya kita tidak berbuat kejahatan, atau perbuatan yang melanggar norma, yang hanya akan membuat kita malu dan minder saat berhadapan dengan dunia.
- Hidup yang efektif. Dengan berbuat baik, tidak ada yang terbuang cuma-cuma. Bayangkan, uang seribu perak akan sangat efisien dan berarti bagi seorang pengemis yang butuh makan minimal sekali dalam sehari, daripada seribu tadi kita gunakan untuk sebatang rokok yang sebenarnya hanya menghasilkan asap polusi bagi diri kita mau pun orang lain…. Atau bandingkan uang Rp 20 000,- yang mungkin pernah kita tukarkan dengan sebotol anggur murahan yang hanya akan menggerus paru-paru kita (bahkan terkadang membuat kita berani berbuat jahat), dengan manfaat yang diperoleh jika uang tadi kita sumbangkan ke panti asuhan, yang mungkin akan digunakan untuk membeli 2 buah buku tulis kosong, yang akan berperanan bagi masa depan anak-anak terlantar itu. Hmmmm…. Terkadang terlalu banyak hal tidak efisien dan efektif yang kita buang dengan sia-sia.
- Pikiran yang jernih. Saat kita berbuat baik, biar hal yang sangat kecil sekali pun, batin dan pikiran kita seakan tersenyum. Semua terasa terang, cerah dan membahagiakan . Bandingkan saat kita berbuat kesalahan (melanggar norma/berbuat jahat), batin kita menjadi tidak tenang dan penuh penyesalan, pikiran kita sibuk berpikir bagaimana nanti kalau ketahuan dan sebagainya. Wajah kita pun tanpa disadari terlihat keruh dan muram.
- Wajah yang rupawan. Mungkin bagi sebagian orang ini terlihat berlebihan, tetapi sebenarnya tidak. Jika kita berbuat baik, dan pikiran mau pun batin menjadi jernih, kita akan sangat mudah tersenyum dan riang. Kata orang seh mukanya berseri atau bersinar (seperti saat orang jatuh cinta yang merasa dipenuhi oleh kasih). Apalagi yang tidak rupawan jika wajah kita selalu tersenyum dan memancarkan kehangatan?
- Nah, terakhir, suatu saat nanti, kita menjadi berani dan tidak takut akan apa pun, termasuk dengan kematian yang pasti akan menjemput kita, karena batin yang bebas dari rasa penyesalan. Suatu saat, jika kita setiap hari investasi kebaikan, kita menjadi siap untuk menjemput kematian kita. Dengan wajah dan hati rupawan yang telah kita latih setiap hari, kematian pun akan berwajah tidak menakutkan (bahkan mungkin rupawan juga), sehingga tidak perlu ada yang ditakutkan bukan?
Jika masih kurang yakin juga, mungkin perlu kita ingat lagi. Namanya juga investasi, berarti ada penjaminnya bukan? Semoga kita semua punya keyakinan masing-masing bahwa di tengah segala ketidakpastian ini, ada Sesuatu yang pasti, yakni Dia sendiri, yang sering kita sebut sebagai Tuhan. Dialah Sang Penjamin kita, dan memastikan bahwa investasi kita tidak akan pernah gagal…. Mari saling menguatkan dan mengingatkan untuk berbuat baik. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dengan hal-hal kecil. Tuhan Memberkati kita semua. Amin…. (By Setyo, 2010)
